Dirjen Pajak Nyari Duitnya Tutup Mata

17th December 2015 , 03:12 AM

Dirjen Pajak Nyari Duitnya Tutup Mata | Fiskal.co.id

Sumber Foto: metro tv

Minimnya data wajib pajak yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak, membuat Dirjen pajak buta arah. Demikian ungkapan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegero.

 

"Dirjen Pajak itu nyari duitnya tutup mata. Dia ga tahu persis potensi pajaknya, hanya meraba dan menarik apa yang bisa ditarik. Karena datanya memang tidak jelas," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

 

Oleh sebab itu, Bambang mengaku tak menyalahkan Mantan Dirjen pajak Sigit Priadi pramudito yang mengendurkan diri karena tak mampu memenuhi target pajak. Karena saat ini memang ada beberapa hal yang menjadi kendala bagi pemerintah untuk menarik pajak.

 

Selain masalah data perpajakan, masalah Undang-undang perpajakan terutama data kerahasiaan bank juga menjadi batu sandungan DJP. Pasalnya dengan kebijakan itu data nasabah diperbankan sulit untuk dibongkar.

 

"Terus terang rahasia perbankan menyulitkan buat kita. Kita tidak bisa langsung masuk untuk cari data, prosesnya panjang," imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, DJP diperbolehkan mengetahui data nasabah dengan syarat tertentu, menurut UU Perbankan petugas pajak bisa masuk ke data perbankan namun ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Di antaranya harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan.

 

"Itu pun saya yakin tidak langsung ke Pak Muliaman, harus ke bawah dulu. Apa lagi ketentuannya harus tinta basah. Tidak boleh cap. Jadi di meja saya setiap hari penuh untuk itu. Setelah prosesnya selesai accountnya sudah kosong, jadi susah," pungkasnya. **** kny (okezone)