Mulai 1 Januari 2016 Pembayaran Pajak Wajib Gunakan Sistem E-Billing

2nd January 2016 , 08:01 AM

Mulai 1 Januari 2016 Pembayaran Pajak Wajib Gunakan Sistem E-Billing | Fiskal.co.id

Sumber Foto: pajak content

Mulai 1 Januari 2015, sistem pembayaran pajak yang berbasis manual atau hard copy yang selama ini dilayani oleh hampir semua Bank swasta dan Bank BUMN serta Kantor Pos akan berakhir pada 31 Desember 2015. Selanjutnya mulai 1 Januari 2016 pembayaran pajak dilakukan secara online melalui E-Billing.

 

Untuk mengakomodasi peralihan cara pembayaran pajak dari sistem manual ke sistem online melalui E-Billing, maka bank BUMN yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan Negara serta PT Pos Indonesia masih terus melayani pembayaran pajak secara manual hanya sampai tanggal 30 Juni 2016.

 

“Pemberlakuan sistem E-billing merupakan wujud peningkatan layanan DJP bagi Wajib Pajak yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam membayar pajak,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Mekar Satria Utama dalam keteraangan tertulisnya pekan ini

 

Secara spesifik, jelas Mekar, manfaat dari E-billing meliputi beberapa poin penting seperti : 

1.memudahkan Wajib Pajak melakukan pembayaran pajak;

2.Pembayaran dapat dilakukan kapanpun (24 jam online) dan dimanapun;

3.menghindari terjadinya kesalahan transaksi seperti transaksi unmatched, dan

4.transaksi terjadi secara real-time sehingga data langsung tercatat di sistem Ditjen Pajak.

 

"Agar lebih memudahkan bagi wajib pajak dengan transaksi elektronik dan bisa menjaga kebenaran data,"ungkap Mekar.

 

Namun, untuk dapat menggunakan sistem E-Billing, Wajib Pajak perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu di alamat http://sse.pajak.go.id dengan memasukkan nomor NPWP dan alamat email. Selanjutnya, Wajib Pajak tidak lagi menggunakan formulir setoran pajak melainkan mengisi data setoran pajak di alamat http://sse.pajak.go.id. 

 

“ Apabila data pembayaran pajak sudah benar, klik ‘Terbitkan Kode Billing’, tandas Mekar. Kode billing ini, lanjut dia, digunakan untuk melakukan pembayaran di teller bank/pos [ersepsi, ATM reguler, miniATM, atau internet banking.

 

Dan yang terakhir, lanjut Mekar, Transaksi pembayaran pajak yang sukses akan menerima Bukti Penerimaan Negara yang kedudukannya disamakan dengan Surat Setoran Pajak.

 

"Harapan kami supaya semakin banyak wajib pajak yang menggunakan e-Billing". Ia melanjutkan, Ditjen Pajak akan membantu wajib pajak di pasar tradisional dan wajib pajak yang belum terbiasa dengan transaksi keuangan elektronik." 

 

 " Untuk Informasi lebih lanjut terkait dengan pemberlakuan sistem pembayaran pajak secara online dapat menghubungi Kring Pajak 1500200 atau Kantor Pelayanan Pajak terdekat."tandasnya. **** kny ( tempo,investor daily)