Soal Pendapatan Negara, Jokowi : Jangan Berfikir Ini Angka Main-Main

4th January 2016 , 05:01 AM

Soal Pendapatan Negara, Jokowi : Jangan Berfikir Ini Angka Main-Main | Fiskal.co.id

Sumber Foto: tempo.co

Berpidato di hari pertama pembukaan pasar saham saham, Presiden Joko Wodidod berbicara mengenai angka pendapatan negara dan penyerapannya. Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dari dana APBN 2015 sebesar Rp 1.984,1 triliun, pemerintah menyerap Rp 1.810 trilun atau 91,2% dari APBN 2015. 

 

"Serapan belanja negara mencapai 91,2%. Awalnya saya yakin 92-93%, meleset sedikit tidak apa-apa. Ada sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) Rp 10,8 triliun dari APBN 2015." Kata Presiden saat membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (4/1).

 

Jokowi menambahkan, ditengah perlambatan ekonomi seperti saat ini bukan mudah untuk menjaga kestabilan ekonomi. Apalagi tahun 2015 bagi Jokowi adalah tahun yang berat dan penuh tantangan terutama perekonomian Indonesia khususnya di sektor keuangan.  

 

" Jangan berpikir ini angka yang main-main, penerimaan dalam perlambatan ekonomi bukan sesuatu yang kecil," 

 

"Karena ada perlambatan ekonomi dunia, dan ketakutan kenaikan suku bunga The Fed. Optimisme dan kepercayaan juga belum muncul tahun kemarin,"imbuhnya. 

 

Jokowi berharap tahun 2016 ini perekonomian Indonesia akan menjadi lebih baik karena penyerapan anggaran pemerintah yang semakin optimal, meskipun bayang-bayang pelemahan ekonomi global masih terus membayangi.

 

Berdasarkan data pemerintah, sepanjang 2015, pendapatan negara yang masuk dalam APBN mencapai Rp 1.491 triliun, atau 84,7% dari target. Dari jumlah itu, penerimaan pajak mencapai Rp 1.245,8 triliun, atau 83% dari target. Sementara pendapatan non pajak mencapai 93,8% dari target, atau mencapai Rp 252,4 triliun. *** kny ( medan daily)