CORE Indonesia Minta Pemerintah tak OverOptimis Pasang Target Pajak

4th January 2016 , 07:01 AM

CORE Indonesia Minta Pemerintah tak OverOptimis Pasang Target Pajak | Fiskal.co.id

Sumber Foto: metrotv

Memasuki tahun fiskal baru 2016, pemerintah diminta untuk lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan fiskal baik berupa target pajak, APBN, maupun penyerapan anggaran. Center of Reform on Economics (CORE Indonesia) menyoroti sejumlah kegagalan pemerintah dalam menerapkan kebijakan fiskal 2015.

 

CORE Indonesia mengangap target penerimaan pajak 2015 terlalu optimis untuk kondisi dimana pertumbuhan ekonomi sedang melambat, sehingga konsekuensi shortfall pajak menjadi sangat tinggi hingga diprediksi diatas 20%. 

 

" Jika target overoptimis kembali dipatok pada tahun 2016 tanpa dibarengi upaya luar biasa dalam meningkatkan penerimaan, maka pertumbuhan ekonomi 2016 yang diprediksi akan lebih tinggi dari tahun ini akan berpotensi tertahan." demikian seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, senin, 4/1/2016.

 

Selain itu, jika shortfall pajak tahun 2016 masih sebesar tahun ini, maka defisit anggaran akan semakin lebar dan beban utang pemerintah pun akan semakin bertambah. Apalagi nilai tukar rupiah yang melemah jauh dari perkiraan awal.

 

" Nilai tukar rupiah saat ini berada pada level Rp.14.000 per USD ini jauh melebihi asumsi yang ditetapkan dalam APBNP 2015 sebesar Rp.12.500 per USD, ini akan berdampak pada peningkatan beban fiskal dengan meningkatnya nilai utang pemerintah dalam valuta asing yang mencapai 44 persen dari totak outstanding utang pemerintah" paparnya. 

 

Oleh sebab itu CORE Indonesia berharap pemerintah tidak terlalu overoptimis dan lebih realistis dalam menentukan kebijakan fiskal 2016. *** kny