Waduuh.. Banyak LKM Enggan Menjadi Resmi Karena Takut Pajak

9th January 2016 , 09:01 AM

Waduuh.. Banyak LKM Enggan Menjadi Resmi Karena Takut Pajak | Fiskal.co.id

Sumber Foto: SM

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti sedikit Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang mendaftarkan diri ke OJK selama setahun ini. Hingga tenggat waktu terakhir yakni Januari 2016, tercatat hanya 20 orang yang mendaftarkan diri ke OJK. Padahal, jumlah LKM yang ada di masyarakat mencapai 600.000 institusi.

 

Menurut Komisioner Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi, mengatakan, sedikitnya LKM yang mendaftarkan diri ke OJK karena mereka merasa takut diperiksa laporan keuangannya, selain itu mereka juga takut kalau nanti disuruh membayar pajak. Hal ini terutama terjadi di LKM-LKM di pedesaan. 

 

"Memang baru 20 LKM yang sudah resmi dari 600 ribu LKM di seluruh Indonesia, karena mereka takut laporan keuangannya akan diperiksa dan mereka juga takut harus membayar pajak," kata Komisioner Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi, di Jakarta, Jumat (08/01/2016

 

Selama ini LKM ini beranggapan lebih baik menjadi LKM yang tidak resmi tetapi masih dipercaya oleh masyarakat di sekitar mereka. Kalau mengurus perizinannya sangat susah dan butuh waktu. Karena itu, OJK sejak tahun lalu berusaha mengubah anggapan tersebut agar LKM ini bisa beroperasi lebih baik lagi bila sudah mengantongin izin resmi.

 

Sebetulnya, tambah Edy, banyak keuntungan yang diperoleh LKM bisa sudah resmi, yakni nasabahnya pasti makin bayak, secara terang terangan bisa pasang plang nama LKM bahkan perbankan dan asuransi akan menjadi mitra agtau agen dalam menyalurkan kredit mikro. 

 

" Sebetulnya banyak keuntungan bila LKM sudah resmi memikili izin," tegasnya.

 

Menyikapi kekhawatiran LKM akan pengenaan pajak ini, lanjut dia, OJK berencana akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Menkeu). "Kami akan upayakan pajak yang dikenakan lebih kecil" terangnya. *** kny (berita satu, kedaulatan rakyat)