Gaji 7 juta Bisa Beli Rumah Bebas PPN, Mau ?

12th January 2016 , 04:01 AM

Gaji 7 juta Bisa Beli Rumah Bebas PPN, Mau ? | Fiskal.co.id

Sumber Foto: ciputra

Bagi anda yang ingin membeli apartemen atau rumah susun milik (rusunami), ada baiknya menyimak informasi ini. Pemerintah memberikan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) bagi pembeli Rusunami. Namun, yang dapat membeli Rusunami dan mendapatkan fasilitas bebas pajak hanyalah mereka memiliki penghasilan maksimal Rp.7 juta per bulan.

 

Peraturan ini berlaku mulai 8 Januari 2016, dan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 269/PMK.10/2015. Dalam peraturan tersebut menyatakan, Rusun dengan harga jual hingga Rp 250 juta dibebaskan dari PPN. Dan penghasilan calon pembeli rusunami malsimal hingga Rp 7 per bulan.  

 

Ada juga batasan luas, Rusun yang dibebaskan dari PPN haruslah memiliki luas hunian sekitar 21 meter persegi (m²) sampai 36 m². Selain itu, “Rusun harus dipakai sendiri, tak boleh berpindah tangan. Kalau disewa, itu berbeda. Kalau dipindahtangankan itu untuk bisnis atau spekulasi,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Mekar Satria Utama 

 

Mekar menjelaskan, aturan itu masuk dalam program pembangunan perumahan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Pemerintah berharap, aturan itu bisa memperlancar pasokan rumah untuk masyarakat menengah ke bawah. Pembebasan PPN akan membuat masyarakat bisa mendapatkan harga lebih murah sehingga permintaan naik dan pengembang bergairah membangun rusun sederhana.

 

Meski potensi penerimaan PPN akan hilang dari pembebasan itu, namun pajak nampaknya tak risau. Apalagi hitungan pajak, PPN yang hilang kecil yakni maksimal Rp 25 juta per rumah.

 

Hal senada juga diungkapkN oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Bambang mengatakan pembebasan PPN pada rumah mewah menjadi salah satu insentif dari pemerintah untuk fokus pada program sejuta rumah. 

 

Kondisi ini dinilai akan menghindari risiko buble yang selama ini diprediksi muncul setelah adanya rencana kebijakan pembukaan keran kepemilikan properti bagi warga negara asing.

 

“Kami berikan insentif untuk rumah murah yang selalu di review dari waktu ke waktu berdasarkan wilayah atau harga supaya harga rumah makin terjangkau meski ada fluktuasi harga bahan baku bangunan,” terangnya.*** kny (kontan)