Menkeu Akan Berikan Insentif Pajak Untuk Kilang Minyak

12th January 2016 , 11:01 AM

Menkeu Akan Berikan Insentif Pajak Untuk Kilang Minyak | Fiskal.co.id

Sumber Foto: bemoneter

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sepertinya memberikan sinyal insentif bebas pajak pertambahan nilai (PPn) impor sebesar 3 persen bagi PT Pertamina (Perseroan) untuk melakukan pembelian minyak dan gas (migas) di luar negeri, selama migas yang dibeli masih berasal dari kilang minyak yang ada Indonesia.

 

Bambang mengatakan, dia berniat melakukan pembicaraan khusus dengan SKK Migas terkait hal tersebut. Pembicaraan tersebut untuk memastikan bahwa minyak mentah yang akan dibeli Pertamina betul-betul berasal dari lapangan domestik..

 

Pembahasan, menurut Bambang perlu dilakukan karena minyak mentah yang dihasilkan dari lapangan minyak dalam negeri sebenarnya memang tidak perlu membayar setoran PPN impor. Namun kenyataannya, pengenaan pajak masih berlaku karena penjualan minyak mentah melalui trader.

 

"Kalau minyak dari Indonesia, ya silakan tidak perlu bayar pajak. Tapi ini agak aneh karena pakai trader, lalu dikirim ke luar negeri dan kemudian diimpor lagi. Makanya lebih baik kami bicara dengan SKK Migas kalau mau memanfaatkan minyak dalam negeri," ujar dia di Jakarta, Senin, 10/1/2016.

 

Namun, Bambang mengaku masih tidak yakin minyak mentah yang akan dibeli oleh Pertamina benar berasal dari Indonesia. Hal itu dikarenakan biasanya jenis minyak mentah yang dibeli Pertamina berbeda dengan minyak mentah yang di hasilkan dari lapangan minyak dalam negeri.

 

"Ini bukan masalah impor tidak impor, tapi kilang yang efisien sejauh yang saya tahu itu adalah kilang yang bisa mengolah minyak yang berat (heavy) and sour, minyak yang murah istilahnya," kata dia.

 

"Minyak yang seperti itu adanya di timur tengah. Di Indonesia kebanyakan minyaknya light and sweat. Itu harganya mahal, ini harus dihitung benar. Jadi perlu dibicarakan dengan SKK Migas, karena mereka yang akan putuskan apakah benar kita mau pakai minyak sendiri untuk kilang," tandas Bambang. *** kny (liputan 6, okezone)