Freeport Tak Lagi Jadi Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia

27th January 2016 , 04:01 AM

Freeport Tak Lagi Jadi Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia | Fiskal.co.id

Sumber Foto: Reuters

PT.Freeport Indonesia terdepak dari jajaran perusahaan pembayar pajak terbesar di Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro usai Upacara Hari Pabeanan Internasional ke-64 di Jakarta, selasa, 26/1/2016.

 

Bambang menjelaskan pembayaran pajak Freeport turun karena sejumlah faktor diantaranya turunnya harga komoditas pertambangan yang menggerus pendapatan Freeport. 

 

Selain itu kebijakan pemerintah yang menerapkan penghentian ekspor semua bahan mineral mentah, kecuali diolah menjadi konsentrat atau produk bernilai tambah di smelter juga berpengaruh besar terhadap pendapatan Freeport.

 

 "Ya dulu pajaknya besar sekarang tidak lagi, harga komoditas jatuh maka setorannya ikut jatuh. Kemudian bea keluarnya juga ya segitu-segitu saja sesuai izin ekspor," ujar Bambang di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Selasa (26/1).

 

Namun, Bambang tidak merinci berapa angka penurunannya. Namun nampaknya tren Penurunan ini juga akan berlanjut pada tahun 2016 ini. Pasalnya kuota ekspor konsentrat tembaga Freeport akan dipangkas.

 

Sejauh ini, belum nampak aktivitas ekspor yang dilakukan raksasa tambang berbasis Amerika Serikat itu. Kegiatan pengiriman konsentrat tembaga terakhir kali dilakukan pada bulan Desember 2015.

 

Sedangakn Izin ekspor Freeport sendiri akan berakhir pada 28 Januari 2016. Dan untuk dapat kembali mengekspor, Freeport harus memenuhi dua persyaratan. Pertama, menyetor uang jaminan kesungguhan pembangunan smelter sebesar 530 juta dollar AS. Kedua, kesediaan membayar bea keluar sebesar 5 persen. 

 

Jika tidak maka Freeport tidak akan dapat melakukan ekspor ke Luar Negeri. 

*** kny (tribun, liputan 6)