Malaysia Juga Akan Turunkan Pajak Korporasi, Siapa Mengikuti Siapa ?

17th May 2015 , 03:05 AM

Malaysia Juga Akan Turunkan Pajak Korporasi,  Siapa Mengikuti Siapa ? | Fiskal.co.id

Sumber Foto: small bussiness

Seakan mengikuti langkah pemerintah indonesia yang berencana mememotong besaran pajak korporasi hingga di bawah 25%. Pemerintah diraja Malaysia kabarnya juga berencana melakukan hal yang sama. Menurut para ekonom, rencana pemerintah Malaysia untuk mengurangi pajak perusahaan kurang dari 25 persen akan menjadi tawaran yang menarik untuk perusahaan. sehingga kemungkinan besar kebijakan ini akan mampu menarik lebih banyak investor dari dalam dan luar negeri.

 

Investor akan melihat Malaysia sebagai tempat di mana mereka dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan, kata CEO dari Institute for Democracy and Economic Affairs, Wan Saiful Wan Jan.

 

" Hal ini juga baik bagi orang-orang non pengusaha, karena berarti modal dibebaskan hingga memungkinkan perusahaan untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan, " katanya kepada Bernama dalam sebuah wawancara akhir pekan ini.

 

Wan Saiful memberikan contoh peraturan perpajakan yang ada di Inggris dimana sebagian besar pajak didorong sampai ke tingkat optimal, sehingga pendapatan pemerintah berpotensi meningkat.

 

 "Inggris mengurangi pajak perusahaan mereka secara bertahap dari 24 persen pada tahun 2013 menjadi 20 persen tahun ini. Namun, kas aktual yang dikumpulkan oleh pemerintah naik karena pertumbuhan investasi dari dalam dan luar negeri,'"katanya. 

 

Kepala penelitian MIDF Zulkifli Hamzah mengatakan, kebijakan penurunan besaran pajak perusahaan juga akan menjadi insentif bagi perusahaan asing yang telah habis konsesi insentif pajak mereka untuk terus beroperasi di Malaysia.

 

Wan Saiful menambkan, pajak perusahaan yang lebih rendah diharapkan akan dapat untuk menarik lebih banyak lagi investasi dan portofolio asing sebagai lawan FDI. Ia juga berpendapat bahwa pajak perusahaan yang lebih rendah dan ekonomi yang berkembang akan membantu mempertahankan perputaran uang tetap di Malaysia dan menghindari transfer pricing.

 

"Pajak yang lebih rendah di Singapura membuat mereka lebih senang menyimpan uang mereka di Singapura."paparnya. Ia juga menegaskan bahwa tindakan cepat diperlukan sebelum Malaysia kehilangan investor kafena mereka berpindah ke negara-negara tetangga, seperti Indonesia. **** kinaya (the malaymailonline)