Duh! Sapi Australia Mengandung Limbah Beracun

24th August 2015 , 04:08 AM

Duh! Sapi Australia Mengandung Limbah Beracun | Fiskal.co.id

Sumber Foto: pixabay.com

Saat Indonesia akan mendatangkan 8.000 sapi siap potong asal Australia pada September 2015 nanti. Peternak Sapi Australia justru tengah diresahkan dengan adanya sapi yang mengadung timbal tinggi. Dilaporkan dari ABC Australia, lebih dari 400 ekor ternak sapi yang berada di kawasan peternakan Roper River Northern Territor (NT), 900km tenggara Darwin, diketahui tercemar limbah berbahaya berupa timbal dari area pertambangan. 

 

Departemen Industri Primer NT, Jumat (21/8/2015) lalu, mengumumkan ratusan ternak tercemar racun berbahaya setelah merumput di sebuah lokasi tambang milik Pertambangan McArthur River di Northern Territori (NT), Australia. 

 

Tambang McArthur River (MRM) sendiri adalah salah satu produsen timbal, seng dan perak terbesar di dunia. Dan ia menyewa sebuah lahan pertambangan di dekat sebuah padang yang digunakan untuk menggembalakan sekitar 17 ribu ekor sapi. 

 

Berdasarkan laporan dari tim penilaian lingkungan, menemukan sembilan dari 10 ikan di sungai tersebut mengandung kadar timbal di atas ambang batas aman untuk dikonsumsi manusia.

 

"Kami mendapati masalah ini 12 bulan lalu dari Departemen Tambang dan Energi kalau ternak-ternak di kawasan ini berpotensi terpapar kontaminasi limbah beracun. Kemudian Kami menyelidikinya dan baru-baru ini kami menemukan dua ekor lagi ternak yang tercemar karena digembalakan di dekat kawasan tambang,”. kata Kepala Peternakan dari DepartemenIndustri Primer NT, Dr Malcolm Anderson. Senin, 24/8/2015.

 

Ia menambahkan, kontaminasi timbal ini akan berdampak pada manusia setelah ternak-ternak itu terpapar dalam waktu yang lama akibat mengkonsumsi makanan yang tercemar limbah beracun.

 

Meski mengakui ada sapi yeng terkontaminasi dengan limbah beracun, namun pihaknya meyakinkan bahwa tidak ada ternak yang terkontaminasi timbal yang telah dijual ke pasar lokal maupun ekspor. Karena, setengah dari ternak yang tercemar racun itu telah ditembak untuk dimusnahkan dan sisanya sudah dikarantina karena khawatir akan mencemari sapi lainnya. *** kny (ABC australia, kompas)