Perdana Menteri Australia Dikudeta Oleh Menteri Komunikasinya

15th September 2015 , 02:09 PM

Perdana Menteri Australia Dikudeta Oleh Menteri Komunikasinya | Fiskal.co.id

Sumber Foto: Malcolm Turnbul (kiri) PM baru Australia setelah mengkudeta Tony Abbott. | (Reuters)

Mantan bankir yang juga multi-jutawan Malcolm Turnbull resmi diambil sumpah untuk menjadi perdana menteri (PM) baru Australia. Turnbull resmi jadi PM Australia beberapa jam setelah mendalangi kudeta pemimpin konservatif Tony Abbott.

 

Pelengseran Abbott ini berlangsung secara dramatis, dimana Abbot menerima tantangan mantan Menteri Komunikasinya Malcolm Turnbull, untuk menyelenggarakan pemilihan guna memperebutkan kursi ketua umum partai Liberal sekaligus Perdana Menteri Australia. 

 

Abbot menerima tantangan itu, Abbott jemawa dan yakin betul akan menang. Wajar saja, sebelumnya tujuh bulan lalu, Abbott berhasil selamat dari mosi tidak percaya Partai Liberal yang berpotensi memakzulkannya. Sikap optimistis Abbott berbalik nestapa setelah hasil dalam pemilihan tertutup partai Liberal Senin (14/9) memenangkan Turnbull, dan menjadikannya perdana menteri ke-29 Negeri Kangguru menggantikan Abbot, dimana Turnbull menang dengan 54 suara, melawan Abbott yang mendapat 44 suara. .

 

Dalam konferensi pers ihwal pemilihan tersebut, Turnbull, mengatakan alasannya melemparkan tantangan itu. Menurutnya, Abbott gagal memperbaiki perekonomian Australia dan menciptakan iklim bisnis yang diperlukan para investor.

 

Financial Times menuliskan, Australia memang tidak pernah mengalami resesi sejak puluhan tahun, namun pertumbuhannya sangat lambat dengan angka pengangguran yang meroket dan rasio utang dengan PDB yang terus meningkat.

 

Selain itu, media menuliskan bahwa Abbott menyalahi janji untuk mereformasi jaminan kesehatan dan pendidikan yang disampaikannya pada pemilu. Dia memberi penghargaan pada Pangeran Philip, yang mengecewakan banyak warga Australia, serta dianggap mengambil.kebijakan yang salah soal mengatasi imigran dari Timur Tengah. 

 

Dilain pihak, Abbot mengaku akan melalukan pergantian kepemimpinan sehalus mungkin. "Ikrar saya hari ini, adalah membuat perubahan (kepemimpinan) ini semudah mungkin ... Tidak akan ada penghancuran, tidak akan merongrong dan tidak akan ada kecaman," kata Abbot, selasa,15/9/2015.

 

Meskipun demikian Abbot merasa kecewa dengan opini yang dibuat oleh media terhadap dirinya. Dia juga menyinggung budaya media yang memicu pengkhianatan. Dan memastikan kepada konstituen bahwa 'kudeta internal' semacam ini tak akan terjadi lagi kedepannya, terutama di tubuh partai Liberal. 

 

" Jika ada satu saran yang bisa saya berikan kepada media, ini dia: Jangan mempublikasikan klaim pribadi di mana orang yang memberikan klaim itu enggan menulis namanya. Jangan berkomplot untuk melecehkan dengan bertindak seperti pisau pembunuh. "Ungkap Abbot. *** kny (cnn,sindo)