Tak Sesuai Dengan Agama yang Dianutnya, Seorang wanita di Australia Menolak Membayar Pajak

11th December 2015 , 06:12 AM

Tak Sesuai Dengan Agama yang Dianutnya, Seorang wanita di Australia Menolak Membayar Pajak | Fiskal.co.id

Sumber Foto: commons dream

Seorang Wanita asal Tasmania bernama Clemencia Barnes, menolak membayar pajak karena hal itu bertentangan dengan agama yang dianutnya. Barnes yang tinggal di White Hills Tasmania Utara, sudah tidak membayar pajak apapun sejak tahun 1996. Oleh sebab itu sejak Januari lalu, Barnes telah diperintahkan melunasi utang pajaknya mulai dari tahun 2000 hingga 2010 dan telah disidangkan di pengadilan.

 

Berdasarkan fakta saat sidang di Pengadilan Magistrasi di Launceston, Barnes menolak membayar pajak lantaran tidak sesuai dengan keyakinan agamanya. Dia khawatir uang pajak yang dibayarkannya akan digunakan untuk membiayai perang dan konflik bersenjata.

 

Hakim Magistrasi yang menyidangkan kasus Barnes, Reg Marron menyatakan, Barnes bersalah atas 10 pelanggaran lantaran tidak memenuhi perintah pengadilan.

 

Namun, Hakim Marron juga mengatakan dirinya tidak membantah keyakinan agama Barnes tapi menurutnya keyakinan itu bisa dijadikan dasar alasannya untuk menolak membayar pajak.

 

Jaksa penuntut Megan Hickton di persidangan mengatakan hukuman maksimum untuk setiap pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa adalah denda $5500 atau 12 bulan penjara. Rencananya, pengadilan Magistrasi memperingatkan Barnes bahwa hukuman kustodian berpotensi diterapkan dalam kasusnya.

 

Barnes sendiri, mengatakan ia bersedia dipenjarakan karena keyakinannya itu.

 

 "Jika itu yang terjadi, itulah yang akan saya lakukan, dan saya akan melakukannya," katanya.

 

"Saya tidak akan menyukainya, tapi aku akan melakukannya.

 

"Yang tidak bersedia saya lakukan adalah mengkompromikan kepercayaan saya,”

 

"Tuhan adalah bagian terbesar dari hidup saya dan selalu dan akan demikian adanya, dan Saya tidak bisa berhenti karena seseorang memerintahkan Saya untuk melakukannya,” tegasnya.

 

Rencananya, sidang kasus Barnes ini akan dilanjutkan 9 Februari tahun depan untuk membacakan putusan vonis bagi Barnes.*** kny (radio australia)