Nadiem Makarim, Sosok Dibalik Suksesnya Gojek

1st July 2015 , 12:07 AM

Nadiem Makarim,  Sosok Dibalik Suksesnya Gojek | Fiskal.co.id

Sumber Foto: seluler. id

Ini adalah Nadiem Makarim, sosok inspiratif yang namanya kini tengah menjadi perbincangan hangat khususnya para pecinta Ojek di wilayah Jabodetabek. Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini memiliki ide briliant untuk membuat sebuah situs yang menawarkan jasa ojek secara online dengan nama Go-Jek.

 

Riwayat Hidup dan Karir.

 

Belum ada data yang jelas terkait dimana Pendiri Go-Jek ini dilahirkan. Namun menurut sejumlah sumber, sang Ayah berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah berprofesi sebagai pengacara, sementara ibu dari Pasuruan, Jawa Timur bekerja di bidang non-profit. Namun, Nadiem sudah mulai bersekolah di Jakarta saat Usia Sekolah Dasar (SD), baru kemudian saat SMA dia bersekolah ke Singapura.

 

Memasuki bangku perkuliahan, Nadiem memilih jalur sarjana di Brown University AS. Jurusan International Relations. Selama satu tahun, Nadiem sempat mengikuti foreign exchange di London School of Economics. Tak puas menjadi sarjana, Nadiem pulang ke Indonesia dengan menyandang gelar MBA (Master of Business Administration) dari Harvard Business School.

 

Lulus dari Brown, Nadiem tak butuh waktu lama terjun ke dunia kerja. Berbekal ijazah yang dimilikinya, Nadiem direkrut menjadi Management Consultant di sebuah lembaga konsultan ternama McKinsey & Company. Di perusahaan ini, Nadiem menghabiskan waktu 3 tahun di kantor mereka di Jakarta.

 

Selain pernah bekerja di perusahaan konsultan, ia juga pernah bekerja menjadi Co-founder dan Managing Editor Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku. Sebelum akhirnya pada tahun 2011 lalu ia memutuskan untuk membangun usahanya sendiri yakni Go-Jek.

 

Berawal dari pangkalan ojek ?

 

Langkah Nadiem mendirikan Go-Jek berawal dari kebiasaanya yang suka nongkrong dengan Sopir ojek. Dari hasil suka nongkrong, dia mengetahui bahwa dari seharian, mayoritas waktu Sopir ojek dihabiskan untuk menunggu penumpang sehingga tidak produktif.

 

Padahal menurut Nadiem, kemacetan dan deretan kendaraan mengular menghiasi jalanan ibukota saban hari, justru akan memberikan berkah bagi para tukang ojek karena sebagian besar orang akan lebih memilih ojek sebagai sarana transportasi ketimbang mengendarai roda empat yang pasti akan terjebak macet. 

 

Berawal dari dua hal inilah, Nadiem memutuskan untuk mengintegrasikan para tukang ojek dengan pelangganya agar lebih produktif lagi. Dan akhirnya, pada tahun 2011, ia dan teman-temanya mendirikan perusahaan bernama Go-Jek. Perusahaan ini menaungi para pengojek di berbagai wilayah Jakarta. Hingga kini sudah ada sekitar 1000 pengojek yang bekerja sama dengan perusahaannya.

 

Go-Jek Apps !!

 

Nadim pun melakukan inovasi, untuk mengubah citra seorang yang selama ini terkesan kurang baik di mata masyarakat. Driver Go-Jek pun disulap menjadi lebih baik dengan menambahkan fasilitas-fasilitas baru seperti seragam bercorak hijau sebagai identitasnya dan helm berlabel SNI. Go-Jek pun memberikan layanan pick up , dan juga fasilitas mobile app sehingga pelanggan dapat memesan layanan melalui telepon genggam. 

 

Untuk masalah keamanan, Go-Jek dilengkapi dengan GPS sehingga posisi ojek bisa dipantau melalui smartphone. Pengemudi Go-Jek pun diharuskan telah lulus tes mengemudi dan memiliki SIM. Untuk masalah tarif, bisa diketahui dengan mengukur seberapa jauh jarak yang ditempuh. Selain itu, cara pembayarannya pun menggunakan credit (My Wallet).

 

Untuk semakin memanjakan pelanggannya, Layanan Go-jek tak hanya mengantar penumpang, tapi juga layanan antar barang dan juga layanan shoping bagi yang ingin berbelanja tanpa harus keluar rumah. *** kny