Siapakah Rosan? Kandidat Kuat Ketua Umum KADIN 2015 - 2020

13th November 2015 , 07:11 AM

Siapakah Rosan? Kandidat Kuat Ketua Umum KADIN 2015 - 2020 | Fiskal.co.id

Sumber Foto: id facebook

Nama Rosan Roeslani sempat menjadi perbincangan ketika tahun 2013 lalu trio pengusaha nasional yaitu Erick Thohir, Handy Soetedjo dan Rosan sendiri berhasil mengakuisisi dan menjadi pemilik baru klub sepak bola Inter Milan.  Mereka bertiga membeli saham 70% tim Nerazzurri yang pernah 18 kali juara di Liga Serie A Italia itu.

 

Kini nama Rosan kembali mencuat menjelang Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri yang akan dihelat pada 22-24 November 2015 di Bandung. Ia akan bersaing dengan mantan menteri perdagangan Rachmat Gobel memperebutkan kursi ketua umum KADIN untuk masa lima tahun yang akan datang (2015-2020).

 

Siapakah Rosan? Yang disebut-sebut ahli sebagai financial advisors yang berkat keahliannya itu banyak perusahaan selamat melewati krisis keuangan di tahun 1998.

 

Pria bernama lengkap Rosan Perkasa Roeslani ini merintis usaha pertama kali dengan mendirikan sebuah perusahan penasehat keuangan. Diberi nama PT Republik Indonesia Funding dengan brand “Indonesia Finance” Rosan kala itu hanya memiliki 4 orang pegawai di kantor kecil.

 

Mulanya banyak yang mencibir usahanya, namun Rosan tetap berusaha meyakinkan perlunya financial restructure. Apalagi pada pertengahan 1997, boleh dibilang hampir semua perusahaan di Indonesia butuh restrukturisasi.

 

Tahun terburuk yang pernah ada dalam ekonomi Indonesia itu turut menjalar ke krisis politik dan sosial. Namun rupanya krisis justru mendatangkan “berkah” bagi Rosan. Seperti diketahui perusahaannya, Recapital Advisors kini telah berkembang dari sebuah perusahaan penasehat keuangan kecil menjadi perusahaan besar, terkemuka dan kompeten dalam hal kerja sama strategis, manajemen aset keuangan dan investor. Prestasi tersebut dicapai dalam waktu kurang dari 13 tahun.

 

Sebelumnya, pada tahun 2002 lalu PT Republik Indonesia Funding berubah menjadi Recapital Advisors. Kini Recapital Advisors sudah mulai menginjakkan kaki di regional maupun global. Menjadi mitra terpercaya pemerintah kota di Vietnam, setelah usaha distribusi air Aetra yang sukses di Jakarta dan Tangerang. Rosan yang lulusan Administrasi Bisnis dari Amerika Serikat dan penyandang predika cum laude untuk bidang International Business Management di Antwerpen European University Belgia ini hanya butuh waktu 5 (lima) tahun membangun pondasi perusahaan.  

 

Di bidang properti, Rosan melalui Recapital memiliki Grandkemang Hotel di kawasan elit Jakarta, Losari Spa Retreat – Coffee Plantation Hotel di Jawa Tengah, The Edge Villa di Uluwatu dan The Hill Resort di Ubud. Paling gres adalah Pulau Karang Beras di Kepulauan Seribu, Jakarta.

 

Di bidang Media dan Telekomunikasi, Recapital memiliki Alberta Media. Selain itu, Recapital merupakan pemegang saham PT Mahaka Media, perusahaan penerbitan surat kabar, majalah, papan reklame, animasi, jaringan radio, portal, dan bisnis teknologi informasi.

 

Pada sektor pertambangan, nama Recapital muncul sebagai salah satu pemegang saham Bumi Plc. Salah satu anak perusahaannya adalah Bumi Mineral Sumber Daya (BRM), sebuah perusahaan pertambangan yang memproduksi logam mulia dan logam dasar.

 

Sebagai Wakil ketua Umum KADIN, Rosan dikenal dekat dengan banyak asosiasi industri /usaha di Indonesia. Menurutnya asosiasi memegang peranan  penting dalam menggerakan reindustrialisasi yang akan menjadi kekuatan  ekonomi Indonesia di masa depan. Rosan percaya bahwa dengan reindustrialisasi yang digerakkan asosiasi,maka Indonesia dapat menghasilkan banyak  local champions, atau produk atau brand local yang menjadi kebanggaan bangsa dan  mendominasi di dalam negeri.Bahkan rosan mendorong agar local champions dari setiap asosiasi anggota KADIN akan lahir global citizens,yaitu local champions yang juga sukses meraih pasar di duniaatau berorientasai ekspor.

 

Sampai sekarang pria 46 tahun ini masih bercita-cita ingin memiliki karyawan sampai dengan dua juta orang. Bagi dia cita-cita tersebut bukanlah sepele. Menurutnya semakin banyak perusahaan tentu memerlukan sumber daya manusia yang banyak pula. Melenceng sedikit saja, akan berbahaya. Dengan semangat ini pula Rosan ingin membantu banyak orang dengan menyediakan lapangan pekerjaan.