Coca-Cola akan Investasikan 500 Juta Dolar di Indonesia

Coca-Cola akan Investasikan 500 Juta Dolar di Indonesia
theaustralian.com.au

Coca-Cola Amatil telah mengorbankan bisnis pembotolan di Indonesia dengan imbalan suntikan uang tunai 570.000.000 USD dari pemegang saham utama, The Coca-Cola Co. Hal ini merupakan bagian dari rencana lima tahun yang bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan laba grup di tahun 2015 awal.


Saham Coca-Cola Amatil mencatat kenaikan terbesar satu hari dalam lima tahun belakangan setelah direktur Alison Watkins memperkirakan pertumbuhan laba tahun depan dan menegaskan penjualan 29,4 persen saham di Indonesia untuk TCCC sebesar USD 500 juta untuk mendanai belanja modal dan pengembangan pasar.

"Kami tidak mengharapkan penurunan lebih lanjut dalam laba per saham setelah 2014," kata Watkins setelah meluncurkan hasil dari tinjauan strategis. "Kami mengharapkan bisnis stabil dan kami tumbuh dari itu," imbuhnya.

Watkins berkeinginan untuk mencapai pertumbuhan pertengahan satu digit laba per saham selama beberapa tahun ke depan dan ingin membayar 80 persen dari pendapatan dividen sementara belanja sebesar $ 310 juta setahun dalam bentuk belanja modal.

Ini lebih rendah dua digit pertumbuhan laba yang dicapai dalam 8 dari 12 tahun terakhir.

Namun, saham CCA naik sebanyak 6,6 persen menjadi $ 9,25, lompatan terbesar sejak 2009.

"Sepertinya, reset laba telah dilakukan," kata seorang analis.

CCA harus memilih antara mempertahankan 100 persen bisnis dari Indonesia dan mengejar strategi pertumbuhan rendah yang akan terus menguras uang tunai, katanya, atau memperkuat hubungan dengan TCCC untuk mempercepat pertumbuhan di salah satu pasar minuman terbesar di dunia.

"Kami benar-benar tahu dalam apa yang ingin kami capai dan bagaimana kami mencapainya," kata Watkins. "TCCC sekarang memiliki keberanian yang cukup besar dalam permainan dengan investasi $ U500 juta," ujarnya.

CCA diperkirakan telah menginvestasikan $ 1,3 miliar modal di Indonesia selama 22 tahun terakhir dan sekarang menduduki sekitar 60 persen pasar minuman ringan. Namun, arus kas Indonesia tetap negatif dan pendapatan telah jatuh selama beberapa tahun. CCA sekarang mengharapkan Indonesia kembali membantu untuk menutupi biaya modal pada tahun 2020.

"Kami yakin bahwa kombinasi dari inisiatif pendapatan dan biaya yang kita miliki berlangsung akan mengembalikan bisnis untuk pertumbuhan," kata Watkins.

CCA juga akan meluncurkan botol air murah, Pure Springs, "air yang disempurnakan" dan bercampur dengan air kelapa. ***intan (Sumber: SMH)