Jokowi Efek Ada! Di lantai Bursa!

Jokowi Efek Ada! Di lantai Bursa!

Jika investor menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan pada prospek Indonesia pada pemilihan pemerintahan reformis di bawah gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo, pihak pemilih masih berpikir sebaliknya.

Apa yang tampak dalam pileg masih belum menggambarkan medan perang sebenarnya. Sehari setelah pemilih menyerahkan kemenangan "suam suam kuku" sebagaimana ungkapan mantan juru bicara Presiden di era Gusdur Wimar Witoelar,  pasar bereaksi negatif saat Indeks IHSG turun  3 persen.

 

Jokowi barangkali bisa di antarkan menuju kursi presiden oleh para pendukung non partai seperti ungkapan dari Wawan Setiawan, 39 , yang menjual suku cadang sepeda motor di Jakarta Pusat. "Saya memilih Joko Widodo untuk pemilihan presiden, tapi (pileg) berbeda," jelasnya sebagaimana dikutip Bisnis Times (12/04).

Setiawan mengaku dia tidak percaya pemilihan legislatif yang dia pandang hanya mengantarkan calon koruptor. Sejak pemilu bebas pertama pada tahun 1999 , parlemen telah mengembangkan warisan buruk menjadi sarang korupsi dan banyak diantara tokoh tokoh terkenal dari DPR di penjarakan oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPk). Jumlahnya tidak main main, yakni 73 anggota sejak KPK berdiri pada tahun 2002 .

Wimar Witular sendiri merasa "kagum" dengan sikap pemilih pada Jokowi Efek. "Saya salah, Media salah, Jajak pendapat salah. Tidak ada "efek Jokowi". Atau mungkin ada satu, tapi tidak cukup kuat untuk mematahkan cengkraman oligarki partai di Indonesia terhadap pemilih. Jelasnya.

Akan halnya Jokowi Efek ternyata benar benar berefek partikular. Saat  Gubernur DKI Jakarta, itu mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) atas dasar undangan dari Direksi BEI pada Jumat sore, (11/04), lalu enam menit menjelang penutupan indeks, Jokowi beserta direksi BEI bersama menutup perdagangan hari itu secara simbolik. Hasilnya, IHSG menguat sebesar 1,07 persen ke level 4.826,58.

"Kemarin indeks turun 3 persen, hari ini saya datang naik sedikit, kalau begitu, saya akan sering-sering datang ke sini," seloroh Jokowi.***Fey