Menlu Bishop: Jangan Anggap Remeh Penarikan Duta Besar Australia Dari Indonesia

Menlu Bishop: Jangan Anggap Remeh Penarikan Duta Besar Australia Dari Indonesia
kompasiana.com

Eksekusi hukuman mati terpidana asal Australia duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukamaran telah dilakukan, namun Indonesia harus menerima imbas dari keputusan tersebut, Australia menarik Duta Besar Paul Grigson dari Indonesia sebagai bentuk kekecewaan Australia terhadap Indonesia.

 

Mengenai hal ini Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengaku belum dapat memastikan kapan perwakilan dari Australia itu akan kembali bertugas di Indonesia.

 

"Saat ini adalah waktu yang sangat sulit bagi hubungan Australia-Indonesia. Saya tak bisa memastikan kapan Duta Besar Paul Grigson akan kembali ke Jakarta," ujarnya.

 

Menlu Bishop menjelaskan akan mempertimbangkan akan bagaimanakan hubungan antara Indonesia dengan Australia untuk kedepannya, pihaknya juga menegaskan untuk tidak menganggap remeh penarikan Duta Besar yang dilakukan Australia.

 

"Kami sekarang akan membahas konsekuensi jangka pendek, menengah dan panjang serta bagaimana kami akan mengelola hubungan ini ke depannya. Dampak dari penarikan Duta Besar Australia tak boleh dianggap remeh," terang Bishop.

 

Meski menyadari bahwa hubungan Indonesia dan Australia begitu penting, Bishop juga tidak mau terburu-buru untuk menentukan sikapnya, Bishop juga tidak dapat menyebut kapan Dubes Paul Grigson akan kembali ke Jakarta.

 

"Kami menyadari bahwa hubungan kami dengan Indonesia adalah salah satu yang terpenting, dan kami perlu membicarakan ke depannya dengan Duta Besar. Kami melalui waktu yang sangat sulit," tutur Bishop.***dasi(sumber: liputan6.com & detik.com)