Pajak Bisnis Online di Indonesia akan Lebih Disorot

Pajak Bisnis Online di Indonesia akan Lebih Disorot
episerver

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menunjukkan usaha mereka dalam menyambangi wajib pajak, dimulai dari perusahaan, perorangan, juga e-commerce atau bisnis online. E-commerce memang tergolong lebih sulit dideteksi.

"Online kita sudah lakukan. Sebagian ada sudah kena, sebagian belum karena kita mengalami kesulitan mendeteksi mereka berada di mana," ucap Fuad Rahmany, Dirjen Pajak pada Selasa (14/10).

Pada saat ini memang potensinya kecil, namun Fuad menggambarkan situasi ke depan saat bisnis online semakin berkembang.

"E-commerce itu akan menjadi besar. Kalau sekarang sih belum begitu besar dibandingkan penerimaan pajak di pasar atau transaksi ekonomi yang di luar e-commerce masih jauh lebih besar.

Masih banyak perusahaan yang non e-commerce yang belum bayar pajak. Jadi kita masih fokus ke situ," tegasnya.

Menurutnya, penanganan pajak e-commerce masuk dalam tim yang bisa melakukan pengkajian dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang memang kompeten di bidangnya.

"Karena masalah e-commerce cuma itu. Artinya, perusahaan itu kita perlu tahu dia ada di mana. Kalau kita bisa dapat saja, itu intinya. Sebagian ada yang sudah kita temukan, kita bisa kejar dan ternyata lokasinya di jalan apa, kita datangi dan suruh bayar pajak," ujarnya.

Ia pun mengajak agar instansi terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika akan dapat bekerjasama.

"Semua perusahaan itu PT, CV atau apapun, lakukan transaksi online juga kena pajak sama juga PPh atau PPN tapi masalahnya lokasinya enggak ketahuan di mana. Kita harus kembangkan juga bagaimana mencari torsi siapa yang lagi berdagang di website ini. Karena ini ada suatu keahlian sendiri. Kita butuh dukungan pihak instansi pemerintah yang punya kompetensi di bidang ini," tambahnya.

Kendala yang akan dihadapi adalah kesulitan mendeteksi keberadaan pengusaha bisnis online. "Masalahnya lokasi mereka tidak ketahuan di mana. Tapi sebagian yang sudah kami temukan lokasinya, dikejar, didatangi dan suruh bayar pajak," jelasnya. ***intan (Sumber: Okezone & Liputan6)