Pertumbuhan Ekonomi AS Pulih dengan Risiko Mengintai

Pertumbuhan Ekonomi AS Pulih dengan Risiko Mengintai
Pertumbuhan GDP

Asia-Pasifik akan lebih suka melihat ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat dengan harga normal daripada yang lemah dengan tarif nol

Pertumbuhan AS kini lebih membaik 4% pada basis tahunan pada kuartal kedua. Dan momentum yang tersisa sebesar 3% atau lebih selama beberapa tahun ke depan. Ini harus menjadi perkembangan yang disambut baik untuk daerah yang secara historis relatif tergantung pada permintaan eksternal untuk pertumbuhannya.

Dalam skenario dasar diharapkan ada pertumbuhan yang stabil di Asia-Pasifik selama tiga tahun ke depan. Untuk wilayah secara keseluruhan, diperkirakan pertumbuhan 5,3% pada 2014, naik menjadi 5,4% pada tahun 2015 dan 2016.

Seperti yang biasanya terjadi, negara berkembang Asia, terutama China, yang tumbuh lebih cepat. Pertumbuhan Asia sendiri sebesar 6,1% tahun ini, naik 0,2 poin persentase pada tahun 2015 dan 2016 Pertumbuhan di ASEAN (terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam) menguat dari 4,7% tahun ini menjadi 5,5% dan 5,7% dalam dua tahun mendatang.

Dengan titik tekan ada ancang ancang
pertumbuhan yang lebih tinggi di Indonesia sertia pemulihan pertumbuhan di Thailand. Akhirnya, mengingat adanya pemulihan global, negara "macan" industri baru (terdiri dari Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan) akan melihat pertumbuhan 3,4% tahun ini, naik menjadi sekitar 4% dalam dua tahun ke depan.

Dan akhirnya diyakini  bahwa Asia-Pasifik lebih suka melihat ekonomi AS yang kuat dengan harga normal dibanding ekonomi AS yang lemah dengan tarif nol dan kredit yang serba mudah.***Fey (sumber Iivemint)