Wartsila Menangkan Tender pembangkit listrik berbahan bakar gas

Wartsila Menangkan Tender pembangkit listrik berbahan bakar gas

Pembangkit listrik Pesanggaran Bali dengan output nominal 200 MW akan menjadi pembangkit listrik berbasis gas terbesar di Indonesia. Pembangkit listrik baru akan memastikan keandalan yang lebih besar dalam penyediaan listrik untuk konsumen domestik dan industri di pulau Bali.

 

Siapa pemenang kontrak untuk tender pengadaan PLTG itu? Wartsila menjadi pemenangnya dan telah diberikan kontrak untuk memasok mesin pembangkit listrik tersebut. Kontrak turnkey telah disiapkan oleh PT Indonesia Power, anak perusahaan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pembangkit listrik, dengan output 200 MW, bersama sama akan dibangun oleh konsorsium dengan Wartsila sebagai mitra utama, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk sebagai salah satu kontraktor nya.

 

Perintah pembangunan itu diterima pada kuartal keempat 2013. Pembangkit listrik ini dijadwalkan beroperasi setengahnya pada akhir Desember 2014, dan pada output penuh pada akhir Mei 2015. Listrik yang dihasilkan akan disebarkan pada sistem sub jaringan Bali .

 

Pembangkit listrik Pesanggaran akan memanfaatkan teknologi mesin pembakaran dari Wartsila, dan akan didukung oleh dua belas mesin dual-bahan bakar Wartsila 50DF yang didasrkan pada bahan bakar gas alam. Mesin juga dapat menggunakan bahan bakar minyak berat konvensional apabila ada gangguan pasokan gas.

 

Pembangkit listrik baru diperlukan dalam rangka untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik di pulau Bali. Ini akan memastikan keandalan yang lebih besar dalam penyediaan listrik untuk konsumen domestik dan industri .

 

"Keuntungan besar bahwa teknologi mesin pembakaran kami menyediakan untuk aplikasi pembangkit listrik adalah fleksibilitas unggul dan efisiensi tinggi pada beban apapun.” Ungkap Sushil Purohit, Direktur Regional, Wartsila Asia Tenggara & Australia sebagaiman dikutip dari laman Penenergi.

 

Sementara, bagi Indonesia ini adalah kontrak ketiga Wartsila Power Plants pada tahun 2013, yang lantas memperkuat kehadiran Wartsila di negara kepulauan ini. Terlebih, akan adanya canangan pasokan energi untuk proyek Smelter, dan Data plant, bila itu benar dieksekusi oleh pemerintah.***Fey