Aktivis Anti Korupsi Divonis 4 Tahun Penjara oleh Pengadilan Beijing

Aktivis Anti Korupsi Divonis 4 Tahun Penjara oleh Pengadilan Beijing

Hingga kini China tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran untuk perbedaan pendapat politik. Pengadilan Beijing pada hari Minggu (26/1/2014) menghukum aktivis hak asasi manusia yang paling menonjol di negara tersebut selama empat tahun penjara.

 

Xu Zhiyong, yang merupakan seorang pengacara dan pemimpin gerakan Warga Baru China, dihukum oleh Pengadilan Menengah Rakyat Beijing karena “menciptakan gangguan publik” sehubungan dengan unjuk rasa damai tahun lalu yang berusaha untuk meningkatkan akses pendidikan lebih baik bagi anak-anak pekerja migran.

 

Pendukung hak asasi manusia mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak ada hubungannya dengan protes publik yang terjadi. Tapi lebih ditujukan untuk membungkam gerakan reformasi politik yang mengungkap kekayaan pejabat Partai Komunis China dan disebut sebagai masalah sensitif di kalangan elit penguasa negeri tirai bambu tersebut.

 

“Ini adalah keputusan yang memalukan, tapi sayangnya telah bisa diprediksi,” ujar Roseann Rife, direktur riset Amnesty International's East Asia dalam sebuah pernyataan. “Pihak berwenang China telah sekali lagi memilih untuk menmberikan rasa takut pada masyarakat dan tidak mengganggu kaum pemerintah dengan urusan pribadi mereka.”

 

Kedutaan Besar AS di China juga menyatakan keprihatinan tentang hukuman pada Xu. Sebelumnya, Duta Besar Gary Locke telah mempertanyakan jika penuntutan Xu dan adalah retribusi untuk kampanye publik mereka untuk mengekspos korupsi.

 

Xu, yang berusia 40 tahun, telah memperkirakan bahwa ia akan dihukum dan menolak untuk menyusun pembelaan dalam persidangan. Dia, bagaimanapun, berupaya untuk membaca sebuah pernyataan pada akhir sidang, yang kemudian dipublikasikan sebagai manifesto 6.000 kata yang telah didistribusikan secara luas di luar China.

 

“Ketika harapan reformasi yang putus-putus, orang akan bangkit dan mencari revolusi,” kata Xu dalam keterangannya. “Transisi damai menuju demokrasi dan konstitusionalisme adalah satu-satunya jalan bangsa China memiliki sebuah masa depan yang indah.” (IMS)