Bencana Ini Terjadi Saat Indonesia Kelebihan Populasi Pada 2050!

Bencana Ini Terjadi Saat Indonesia Kelebihan Populasi Pada 2050!
Spririt.co.uk

Waktu 30 tahun bagi Anda barangkali cukup lama, apalagi jika 30 tahun dilalui dengan susah payah, di mana masalah demi masalah menghilangkan kesenangan demi ketenangan individu dan masyarakat.

Dan saat demokrasi tidak lagi bisa menyelamatkan situasi, anggaran membengkak, produktifitas menurun, kriminalitas merajalela.

Inilah
Indonesia, dan ini terlihat setiap hari di jalan, di bus dan di lintasan kereta api.

Fasilitas transportasi umum makin kian hilang menyebabkan meledaknya permintaan bahan bakar untuk kepentingan pribadi. Anggaran negara membengkak, kebutuhan LNG yang selaiknya bisa dijual kelebihannya ke negara lain, malah habis diproyeksi untuk pemenuhan dalam negeri.

Di jalan jalan Jakarta sepeda motor menyemuti sudut jalan, dan itu bentuk lain dari kekalahan kebijakan energi yang tidak "menikahi" kebijakan fiskal.

Adegan lain sebagaimana digambarkan oleh Step Vaesen wartawan Al Jazeera adalah saat Idul Fitri, di mana orang orang berebut 'angpau' dan santunan hingga berdesakan, anak anak dan orang tua, seolah tidak ada kesempatan lagi bagi mereka meraup rezeki di luar rutinitas itu.

Orang orang Indonesia sebagian besar tegar, tapi lapar. Sabar tapi kesabaran yang dibuat buat karena tekad dan harga diri, dibandingkan ikuti program program yang jelas penuh solusi.

Saat inia
hli demografi menjerit bahwa kisah pilu ini hanya awal. Jika ledakan penduduk terjadi pada 2050 Indonesia akan menghadapi kengerian yang lebih ngeri dibanding kena begal di jalan. Apa saja kengerian itu? Ada dua kengerian yang sudah cukup jadi pengingat, karena belasan lain dari daftar yang mengantri akan membuat makan siang Anda bisa tidak enak hingga bisa membuat Anda paranoid.

1. Masalah
perumahan : masalah perumahan menjadi masalah tata pertanahan, perumahan akan menggusuri lahan subur dan sumber air bersih yang akan membawa masalah kedua.

2. Air dan kekurangan pangan dan kerusakan alam yang besar. Ingatkah Anda bahwa s
elama bertahun-tahun ini negara mengimpor makanan yang artinya tidak cukup beras, garam, daging untuk 250 juta orang! Kekurangan pangan ini mencapai taraf menyerah pada 2050. Menyerah dalam mencari makanan artinya adalah Ethiopia 1990, jutaan orang mati kelaparan tanpa ada satu negara pun yang bisa bantu.

Anehnya t
idak banyak orang Indonesia sadar masalah overpopulasi. Pemerintah tidak efektif, korupsi merajalela, orang Indonesia malas menjadi agen sosial yang mengingatkan satu sama lain. Kredo "banyak anak berarti banyak rezeki" disalah gunakan, padahal maksud aslinya adalah menghibur mereka yang banyak anak lalu kesulitan membesarkan anak anak itu.

Saat ini pemerintah tidak boleh bangga mengutip statistik tentang bonus demografi, kelebihan penduduk lambat laun berubah menjadi istilah yang tidak ramah, karena akan melemahkan kekuasaan geopolitik Indonesia.

Ditambah kelas menengah kini meningkat pesat, artinya permintaan untuk kualitas hidup meningkat di seluruh negeri. Mereka ingin segala yang mahal pendidikan yang layak, pelayanan publik yang efisien, dan tebak semua ini hanya mimpi untuk mereka yang baru saja jadi orang kaya baru, atau orang berduit baru, selama kredo "banyak anak, banyak manfaat" masih ada. Simak Video ini, bukan untuk menakut-nakuti tapi berharap kesadaran.

 http://www.aljazeera.com/blogs/asia/2015/03/indonesia-facing-overpopulation-crisis-150319200635063.html


***Red (Aljazeera)