Investor Kilang Minyak Dapat Prioritas Insentif Pajak

Investor Kilang Minyak Dapat Prioritas Insentif Pajak
energi today.com

Untuk menarik minat investor untum membangun kilang minyak di Indonesia, pemerintahan akan memprioritaskan sektor minyak bumi dan gas untuk mendapatkan insentif pajak. Selain untuk menarik investor insentif pajak ini juga digunakan untuk mempercepat pembangunan proyek, serta untuk menjamin realisasi penanaman modal dan meningkatkan tingkat pengembalian investasi atau internal rate of return (IRR).

 

"(Yang pasti) ada skema berbagai tax incentive. Detilnya sedang dibahas," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, seperti dirilis CNN, selasa,12/5/2015.

 

Wiratmaja menambahkan, saat ini pihaknya tengah menghitung berapa besaran insentif pajak yang sesuai untuk para investor kilang minyak ini. "Sekarang sedang disusun (besarannya) oleh tim kilang," terangnya.

 

Menurut Wiratmaja, saat ini pemerintah, tengah berupaya membangun beberapa kilang minyak diantaranya di Kalimantan dan Jawa timur. Namun untuk kilang berkapasitas besar akan dibangun di Bontang Kalimantan Timur. 

 

Kilang di Bontang ini memiliki kapasitas 300 ribu barel per hari (Bph) hasil kerjasama investor asing dengan pertamina. Dan rencananya kilang minyak ini akan selesai dibangun pada 2024 namun kabarnya dipersingkat menjadi 2020 mendatang. 

 

"Yang pertama ini penugasan Pertamina supaya cepat terlaksana," ujarnya.

 

Kilang minyak Bontang akan menelan biaya investasi mencapai Rp 90 triliun. Apabila terintegrasi dengan fasilitas kilang petrokimia, nilai investasinya bisa melonjak menjadi Rp 120 triliun. Besarnya biaya investasi pembuatan kilang minyak ini, membuat pemerintah memprioritaskannya untuk mendapatkan insentif pajak. *** kinaya (CNN)