Ketegangan Russia-Ukraina Ikut Lemahkan Bursa Saham Indonesia

Ketegangan Russia-Ukraina Ikut Lemahkan Bursa Saham Indonesia

IHSG Indonesia jatuh pada hari Senin (03/03), dikarenakan kekhawatiran sentimen investor lokal bahwa Indonesia akan menghadapi kembali defisit transaksi berjalan.

 

IHSG turun 36,01, atau 0,8 persen, menuju 4,584.21 poin. Dan dari data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, termanifes 2,9 miliar lembar saham senilai Rp 3,89 triliun ($ 332 juta) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor asing mengambil untung dengan menjual Rp 356.38 miliar lembar saham yang mereka beli.

 

BPS melaporkan adanya defisit perdagangan $ 430 juta pada Januari karena ekspor turun sebesar 5,8 persen menjadi $ 14,48 miliar, dan ini berarti Indonesia dapat terkena defisit transaksi berjalan pada tahun ini .

 

Pengamat di Jakarta mengatakan bahwa selain dari sentimen negatif di pasar domestik, kekhawatiran juga ada pada meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

 

Adrianus Bias, pengamat Samuel Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa ketegangan antara Ukraina dan Rusia bisa memicu pelarian menuju tempat yang aman bagi investor.

 

"Investor mengalihkan aset mereka ke investasi yang kurang berisiko seperti emas, yen Jepang, obligasi AS, dan Swiss franc," jelasnya sebagaimana dikutip dari Jakarta Globe.

 

Saham Matahari Department Store turun 6,4 persen menjadi Rp 13.000. CVC Capital Partners, sebuah perusahaan ekuitas swasta Inggris, terangkat Rp 2,49 triliun dari penjualan saham Matahari.

 

Saham pertanian naik 0,1 persen. Salim Ivomas Pratama, unit perkebunan Indofood Agri Resources, naik 2,5 persen menjadi Rp 835 pada hari Senin. Provident Agro, perusahaan perkebunan sawit  naik 6,4 persen menjadi Rp 13,1000. Adapun nilai tukar rupiah menguat ke 11.596 terhadap dolar AS pada hari Senin dari 11.634 pada hari Jumat.

 

Bursa saham asia melemah menyusul adanya penurunan tajam di wall street masih karena adanya ketegangan di Ukraina.  IHSG diperkirakan sendiri masih bergerak lesu terpengaruh sentimen negatif yang melanda bursa regional.

 

Negatifnya neraca perdagangan Indonesia juga memberi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG hari ini diperkirakan ada pada kisaran support 4.550 sampai resistance  4.614. Adapun saham-saham yang patut diperhatikan hari termasuk PGAS,ERAA,dan BBRI.***Fey