Pajak Bitcoin Sulit Dirumuskan? Ini Alasannya

Pajak Bitcoin Sulit Dirumuskan? Ini Alasannya

Saat ini Bitcoin tengah booming dan menjadi bisnis yang berprospek cerah, namun para pengusaha mulai kebingungan ketika mencoba memahami celah keterkaitan antara bitcoin dengan kebijakan pajak.

 

Apapun jenis mata uang yang digunakan saat pertukaran, para pedagang membutuhkan satu formulir terisi berkaitan dengan pajak yang dibayarkan pada setiap transaksi.

 

Akan halnya di Amerika Serikat sebagaimana dikutip laman Forbes (24/02), IRS dan lembaga penarik pajak lainnya, masih belum bersikap kepada isu pajak pada penggunaan bitcoin. Dan mereka tidak memiliki petunjuk sama sekali untuk mengarahkan subjek pajak juga berkaitan dengan bitcoin. Hal ini menjadikan para pengguna, bahkan ahli pajak profesional merasa tidak yakin harus melakukan sesuatunya.

 

Alasannya adalah sisi alamiah bit coin sendiri yang tidak bisa diterjemahkan sebagai subjek pajak. Di antaranya :

 

  1. Sulit bagi lembaga pajak manapun menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran sah. Karena pertama tama bitcoin harus dikonversikan ke dalam mata uang sah, untuk mengukur pembayaran pajak. Tapi akan ada kesulitan bagi pengguna melacak transaksi bitcoin yang telah digunakan, sebagai basis yang tepat untuk dijadikan konversi.
  2. Masih berkaitan dengan konversi, nilai bitcoin yang sangat mudah menguap, dengan potensi fluktuasi hingga ratusan dollar dari satu hari ke hari lain. Nilainya bisa berbeda dalam waktu yang cepat akan merugikan sistem pajak yang teliti dan bahkan membutuhkan intervensi ketat. Ditambah bisa memungkinkan bahwa pedagang akan mencari nilai bitcoin yang lebih rendah terhadap pajak setelah dikonversi, dan menggunakannya sebagai patokan.
  3. Nilai fluktuasi Bitcoins juga menciptakan situasi di mana pajak penghasilan bisa diutak taik dalam segala tingkatan pajak. Pedagang yang jago IT akan bisa benar-benar bisa menggunakan pasar Bitcoin untuk melakukan pendakata substansial yang bisa meraup pendapatan bisnis mereka dengan mengumpulkan Bitcoins dan menjualnya untuk keuntungan ketika pasar naik. Atau dengan kata lain akan menimbulkan kelas spekulan baru, yakni mereka yang pandai IT.
  4. Ada lagi pedagang yang mendapat keuntungan dari penjualan Bitcoin secara hukum diwajibkan untuk melaporkan keuntungan sebagai penghasilan kena pajak dan membayar pajak penghasilan yang sesuai. Namun, setiap keuntungan bisa cepat dihapus oleh penurunan di pasar, dan sekali lagi meloloskan pedagang untuk tidak membayar tagihan pajak yang besar dan tidak ada dana untuk menutupinya.

 

Meskipun ada kebingungan memutuskan pedoman pajak formal untuk transaksi Bitcoin, jangan sampai kewajiban pajak pada transaksi ini dihilangkan.

 

Setiap transaksi dengan mata uang apapun tunduk pada hukum pajak, dan ketidakjelasan relatif Bitcoin seharusnya tidak dijadikan alasan oleh pedagang untuk lari dari tanggung jawab pajak mereka.

 

Walau dinas pajak masih bisa meraup pajak dari pembesaran aset riil dari pedagang yang menggunakan bitcoin***Fey