Pengamat: Indonesia Bisa Kembali ke Era Diktatoris Orba

Pengamat: Indonesia Bisa Kembali ke Era Diktatoris Orba
Demontrasi anti Orba, Sea Site

Koalisi Merah Putih sedikit demi sedikit berhasil memenangkan apa yang sebelumnya jauh dari perkiraan  orang bisa signifikan, dan "akan berani" melakukannya.

Pertama pekan lalu mereka berhasil meloloskan RUU Pilkada menjadi undang-undang, yang memberangus pemilihan langsung di tingkat daerah, dan wacana liar memenangkan segalanya dari koalisi Indonesia Baru kini berada di buritan.

Akan halnya, kemenangan demi kemenangan mereka dikecam dengan sinis karena mendekatkan Indonesia setback kembali kepada era diktatorisme Soeharto dan orde baru yang anti desentralisasi.

"Ini mencerminkan keinginan untuk kembali ke model era pra-demokrasi di bawah Soeharto di mana para elit politik mengendalikan kekuasaan di negara dari pusat." jelas Profesor Tim Lindsey, Direktur Pusat Hukum, Islam dan Masyarakat Indonesia di Melbourne Law School di Universitas Melbourne.

Namun, koalisi itu dipandang "menang tipis" karena mampu melewati RUU itu menjadi UU saat Partai Demokrat memutuskan walk out di DPR, dan tentu saja semua ini berada dalam kendali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"SBY adalah ketua partai jadi ya, dia bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan [RUU untuk tidak lolos],"  jelas Vannessa Hearman, dosen Ilmu Indonesia di Universitas Sydney.

Koalisi Merah Putih menjadi mayoritas di DPR dengan menguasi 292 kursi dari total 560.

Presiden "dalam kecaman sosmed" Susilo Bambang Yudhoyono kini untuk mengurangi tekanan publik pada dirinya menerbitkan dua peraturan pemerintah, pengganti UU (Perppu), untuk menangkis UU anti-demokrasi tersebut, namun upayanya dipandang warga sosial media hanya polesan citra saja dan tidak akan signifikan menghentikan UU yang berlaku tersebut.***Fey (sumber SBS)