Rini Soemarno : Jepang Ngotot Minta Jaminan Pembiayaan Shinkansen Lewat APBN

Rini Soemarno : Jepang Ngotot Minta Jaminan Pembiayaan Shinkansen Lewat APBN
wikipedia.org

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli (RR), yang juga membawahi Kementerian Perhubungan mempersilahkan baik Cina atau Jepang mengajukan tawaran ulang untuk proyek kereta kecepatan menengah di Indonesia yang akan memangkas anggaran 40 persen lebih murah dibanding kereta super cepat bullet train (shinkansen).

Sebelumnya, Jokowi menolak proyek shinkansen Jakarta-Bandung yang menelan biaya US$6 milyar.

Adapun, China dan Jepang kecewa dengan pembatalan proyek shinkansen yang diumumkan oleh pemerintah Jumat lalu (04/09), tapi mereka tetap bisa mengawali ulang persaingan untuk membangun jaringan kereta kecepatan menengah antara ibukota Jakarta dan kota terbesar ketiga, Bandung.

"Baik Cina dan Jepang masih tertarik pada kereta kecepatan menengah," jelas RR.

"Indonesia hanya medan perang pertama antara Cina dan Jepang, ada negara lain yang akan tertarik dalam proyek serupa sehingga taruhannya tinggi." Tambahnya.

Di sisi lain, pejabat Kedutaan Besar Jepang di Jakarta mengatakan pemerintah Jepang tidak akan mengajukan penawaran ulang tersebut, walau demikian Indonesia sudah mengundang perusahaan-perusahaan swasta Jepang untuk berpartisipasi.

Alasannya, sebagaimana yang diungkap Menteri Negara BUMN Rini Soemarno Jepang meminta jaminan pemerintah melalui skema pinjaman pemerintah dari BUMN, namun Jokowi menolaknya karena anggaran perhubungan yang ada, difokuskan membangun jaringan transportasi di luar Jawa.

"Jika Jepang ingin ikut dalam proses, mereka harus hilangkan persyaratan untuk jaminan pemerintah dan pinjaman pemerintah kepada BUMN," tukas Rini yang telah ditugaskan oleh Presiden Jokowi memilih pemenang tender. Dengan demikian, yang membedakan biding antara China dan Jepang, adalah tuntutan jaminan agar pemerintah terlibat pembiayaan.

Jepang meminta jaminan, adapun China siap menjalankan skema bussines to bussines tanpa keterlibatan pemerintah.

Rini sendiri berharap konstruksi jarak 150 km Jakarta-Bandung bisa dimulai pada akhir tahun.

Bagaimana dengan nasib shinkansen sendiri? Dengan kecepatan 700 km perjam yang ditawarkan, pemerintah akan mempertimbangkan teknologi ini dalam satu atau dua tahun ke depan, tapi dengan jarak yang lebih panjang, melintasi Jawa.***Red (Strait Times)