Teman SMP Jokowi Disebut-Sebut Akan Gantikan Posisi Menkeu Bambang

Teman SMP Jokowi Disebut-Sebut Akan Gantikan Posisi Menkeu Bambang
kompas

Meskipun realisasi penerimaan pajak sampai dengan 25 November 2015 tercatat 1.000 triliun rupiah, dan merupakan penerimaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Namun posisi Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro tetap saja menjadi sorotan karena kinerjanya yang dianggap lemah. 

 

Menurut kabar yang beredar, Presiden Joko Widodo berniat mereshuffle kembali kabinetnya untuk mendapatkan performa menteri yang sesuai kebutuhan. Salah satu nama yang santer akan dilengserkan adalah Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro. 

 

Kandidat pengganti Bambang disebut-sebut adalah profesor ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Adiningsih yang kini menjadi ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sri Adiningsih sendiri merupakan teman sekolah Jokowi sewaktu SMP di Surakarta. Saat masuk Wantimpres, nama teman lama Jokowi di Solo ini diusulkan langsung oleh Megawati Soekarnoputri. 

 

Menyoal tak tercapainya target pajak 2015, Sri selaku watimpres menyoroti kinerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurut nya perlu ada pembenahan di internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mendukung perburuan target pajak 2016 sebesar Rp 1.350 triliun.

 

“Penerimaan pajak tahun ini tampaknya akan kurang sekali, jauh dari target. Saya kira dari situ perlu dibenahi sisi internal DJP harus diperbaiki,” ujar Sri bebebeberapa waktu lalu seperti dikutip dari CNN.

 

Selain membenahi struktur pejabat pengambil kebijakan di DJP, Sri juga menyebut para fiskus yang menjadi ujung tombak ketika berhadapan dengan wajib pajak (WP) harus diberikan insentif lebih agar mau bekerja lebih baik.

 

“Perlu juga diberlakukan stick and carrot . Saya percaya WP akan mendengarkan jika pemerintah melakukan perbaikan. Dekati WP sehingga meningkatkan kesadaran dan kesukarelaan untuk membayar pajak, lakukan dengan dialog,” katanya.

 

Ia Optimis dengan beberapa langkah ini pemerintah bisa mencapai target pajak dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen yang ditetapkan dalam APBN 2016.

 

“Di 2015 meskipun kuartal III dan IV sudah membaik, namun sepertinya sulit mencapai pertumbuhan 5 persen karena kuartal I dan II realisasinya rendah. Tapi tahun depan bisa di atas 5 persen,” tegasnya. *** kny (cnn,jawa pos)